Selamat Datang Semoga Bermanfaat...Mhsim17.Blongspot.com

I’tikaf di mesjid atau Musholla

Share |

I’tikaf artinya berdiam diri disuatu tempat dalam rangka untuk mencari keridhaan Allah SWT, disyari’atkan dilaksanakan di Mesjid atau mushallah. I’tikaf sangat dianjurkan atau disunnahkan pada sepuluh terakhir pada bulan ramadhan dengan memperbanyak ibadah, menyibukan diri untuk berkomunikasi hanya kepada Allah seperti berzikir, membaca qur’an, berdo’a dan ibadah lainnya.

وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ
sedang kamu beri`tikaf dalam mesjid (Al-Baqarah ayat : 187 )

Hadist

َوَعَنْهَا: ( أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَعْتَكِفُ اَلْعَشْرَ اَلْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ, حَتَّى تَوَفَّاهُ اَللَّهُ, ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْه

Dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam selalu beri'tikaf pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan hingga beliau wafat, kemudian istri-istri beliau beri'tikaf sepeninggalnya. (Muttafaq Alaihi.)

Wanita juga diperbolehkan untuk beri”ikaf sebagaimana Nabi Shallallahu “alaihi wasallam mengizinkan istrinya beri’tikaf dengan ketentuan mendapat izin dari suami dan tidak menimbulkan fitnah, sebagai mana hadist dibawah diatas.

I’tikaf tidak terbatas waktunya, boleh malam hari atau siang hari dalam waktu satu atau dua hari dan seterusnya, selama I’tikaf tidak boleh keluar dari masjid tanpa alas an syar’i atau tanpa kebutuhan yang mubah sepeti mencari makan, buang hajat atau perbuatan yg bisa dilakukan hanya diluar tempat I’tikaf.

Jenis jenis I’tikaf
1. I’tikaf sunah : I’tikaf yang dilakukan secara sukarela semata mata untuk beribadah dalam rangka mendekatkan diri dan mengharap ridha Allah SWT.

2. I’tikaf Wajib : I’tikaf yang dilakukan karena bernazar (janji) kepasa Allah, seperti “kalau saya lulus ujian maka saya akan beri”tikaf” maka setelah lulus yang bersangkutan wajib melaksanakan I’tikaf untuk memenuhi janji tersebut kepada Allah.

Waktu untuk beri’tikaf
Waktu untuk beri’tikaf tidak ada batasanya, boleh kapan saja, siang, malam dan waktunya boleh lama boleh sebentar, kecuali I’tikap wajib waktunya harus sesuai dengan zajar ( janji) yang telah diucapkan atau diniatkan.

Syarat syarat I’tikaf
1. Islam
2. Niat
3. Berakat ( tidak gila )
4. Suci dari hadats ( junud ) , haid dan nipas.

Rukun I’tikaf
1. Niat ( Al-Bayyinah : 5)
2. Berdiam di Masjid ( Al-Baqarah : 187 }

Hal yang diperbolehkan ketika I’tikaf
1. Menyisir atau mencukur rambut, memotong kuku, mandi.
2. Keluar dari mesjid tempat I’tikaf hanya untu keperluan yang tidak mungkin dilakukan didalam masjid seperti buang air besar, buang air kecil atau makan dan minum ( jika tidak ada yang mengantar). Untuk keperluat tersebut harus segera kembali ke mesjid jika sudah selesai.
3. Boleh makan, minum dan tidur dalam masjin namun harus menjaga kebersihan dan kesucian masjid.
4. Boleh menemui tamu tetapi hanya yang berkaitan dengan hal-hal tentang agama.

Yang membatalkan I’tikaf
1. Meninggalkan mesjid dengan sengaja tanpa keperluan walaupun sebentar.
2. Murtad atau keluar dari agama islam
3. Hilang akal Hilang akan bisa disebabkan karena gila atau sesuatu yang menyebabkan mabuk
4. Haid atau nifas Bagi wanita yang sedang melakukan I’tikaf lalu mendapat haid dan keluar darah nifas maka I’tikafnya batal .
5. Bersetubuh
6. Pergi shallat jum’at Bila masjid tempat I’tikafnya tidak ada pelaksanaan shallat jum’at dan apabila I’tikaf dilakukan pada hari jum’at sebaiknya dilakukan dimesjid yang ada pelaksanaan shallat jum’at sehingga kita tidak keluar dari tempat I’tikaf (no1).
wassalam ; www.mhsim17.blogspot.com

Artikel Yang Berhubungan



No comments:

Silahkan Tulis komentar di sini :

Terimakasih jika anda berkenan memberikan saran...

Post a Comment