Selamat Datang Semoga Bermanfaat...Mhsim17.Blongspot.com

HARTA SEBAGAI AMANAH. bag 2

Share |

Harta adalah Amanah atau titipan dari Allah SWT yg harus diilaksanakan dengan baik dan benar agar harta tersebut dapat membawa kebahagian di Dunia dan di Akherat . namun apabila amanah tersebut tidak kita laksanakan dengan baik sesuai aturan yang telah ditentukan agama, maka akan membuat pemiliknya celaka di Dunia maupun Akherat.

Banyak sudah disekitar kita, orang orang yang berharta justru keluarganya berantakan, anaknya terlibat kasus narkoba, melakukan tindakan kriminal yang pada akhirnya berujung di penjara sehingga membuat susah dan malu keluarga.

Istria atau suaminya yang disayangi ternyata terlibat skandal dan perselingkuhan sehingga keluarganya terpecah belah dan terjadilah perceraian. Hal ini terjadi karena mereka tidak melaksanakan amanah dengan baik dan benar sesuai dengan perintah Allah untuk tidak menghianati amanah tersebut.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat amanah yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.
( Al-Anfaal ayat : 27 )

Hadist: Barangsiapa ingin disenangi Allah dan rasulNya hendaklah berbicara jujur, menunaikan amanah dan tidak mengganggu tetangganya. (HR. Al-Baihaqi) .

Bila hal tersebut diatas terjadi pada diri kita, tidak seharusnya kita menyalahkan anak atau istri, tapi kita harus intropeksi diri Mengenai harta tersebut, dengan jalan apa kamu peroleh harta tersebut ? dan kamu pergunakan untuk apa ?

Pada jaman sekarang banyak orang yang tidak perduli lagi dari mana harta yang mereka tumpuk tumpuk berasal dari cara yang halal atau haram, yang terpenting bagi mereka bagai mana dapat harta sebanyak banyaknya selagi ada kesempatan, sehingga mereka tidak perduli lagi bawa harta tersebut diperoleh dengan cara korupsi, kolusi dan merampas hak orang lain. Mereka sudah tidak dapat lagi membedakan antara yang halal dan yang haram.

Harta yang kita peroleh dapat digolonhkan dalam empat katagori dari caranya harta tersebut diperoleh.

1. Harta yang didapat dengan cara yang haram dan dipergunakan untuk kepentingan yang haram.
2. Harta yang didapat dengan cara yang haram dan dipergunakan untuk keperluan yg halal.
3. Harta yang didapat dengan cara halal dan dipergunakan untuk keperluan yg haram.
4. Harta yang didapat dengan cara halal dan dipergunakan untuk keperluan yg halal.

Dari keempat katagori tersebut hanya nomor empatlah yang boleh dilakukan agar kita mendapat keselamatan dan kebahagiaan dari harta tersebut.

Hadist :
1. Akan datang bagi manusia suatu jaman dimana orang tidak peduli apakah harta yang diperolehnya halal atau haram. (HR. Bukhari)

2. Orang yang paling dirundung penyesalan pada hari kiamat ialah orang yang memperoleh harta dari sumber yang tidak halal lalu menyebabkannya masuk neraka. (HR. Bukhari)

3. Sesungguhnya orang-orang yang mengelola harta Allah dengan tidak benar maka bagi mereka api neraka pada hari kiamat. (HR. Bukhari)

4. Barangsiapa mengumpulkan harta dengan tidak sewajarnya (tidak benar) maka Allah akan memusnahkannya dengan air (banjir) dan tanah (longsor). (HR. Al-Baihaqi)

Setelah Harta yang didapat dengan cara halal dan dipergunakan untuk keperluan yg halal, maka agar harta tersebut dapat membehagiakan kita di Dunia dan dapat menyelamatkan kita dari azab api nerakan kita harus melaksanakan apa yg telah diperintahkan Allah dalam Al Qur’an.

1. Belanjakanlah harta tersebut di jalan Allah
Harta yang kita dapat dengan halal dan kerja keras tersebut hendaklah dibelanjakan untuk keperluan keperluan yg tidak mengandung maksiat seperti berjudi, untuk melacur dll.

وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ وَأَحْسِنُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
Dan belanjakanlah ( harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.(Q.S.Al Baqarah : 195)

وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ
Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui.(Q.S.Al Baqarah : 273 )

2. Jangan berlebih lebihan Dalam membelanjakan harta tersebut janganlah berlebihan atau poya poya dan juga tidak terlalu kikir atau pelit.


وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَلِكَ قَوَامًا
Dan orang-orang yang apabila membelanjakan ( harta ), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.( Q.S.Al Furqaan : 67 )

Hadisk : Sesungguhnya Allah tidak menyukai banyak bicara, menghambur-hamburkan harta dan terlalu banyak bertanya. (HR. Bukhari)

3. keluarkan zakat dan shodakohkan 
Keluarkan zakat dan shodaqoh dari harta tersebut dengan icklas hanya karena Allah, bukan karena ingin dipuji orang lain atau karena ingin disebut sebagai Dermawan ( Riya), Tapi sebagai rasa syukur kita kepada Allah atas nikmat yang telah diberikan kepada kita.

يَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ قُلْ مَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالأقْرَبِينَ وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ
Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan." Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.(Q.S.Al Baqarah : 215 )

وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ
Dan pada harta harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bahagian.( Q.S. Adz Dzaariaat : 19 )

Hadist :
1. Harta yang dizakati tidak akan susut (berkurang). (HR. Muslim)

2. Cinta yang sangat terhadap harta dan kedudukan dapat mengikis agama seseorang. (HR. Aththusi)

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لأزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
“Jika kalian bersyukur (terhadap nikmatKu) niscaya Aku tambah nikmatKu kepadamu dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku) niscaya azabKu sangat pedih.”( Q.S.Ibrahim : 7 )

Rasa syukur bukan hanya sekedar ucapan, tapi dengan perbuatan yang nyata dengan cara bershodaqoh serta meningkatkan keimanan dak Ketaqwaan kita kepada Allah
Dengan rasa syukur atas nikmat yg Allah telah berikan kepada kita, maka Allah akan menambah nikmat tersebut, tapi bila kita tidak mau bersyukur maka tunggulah azab Allah yg amat pedih akan menimpa kita.

Azab tersebut bisa berupa hilangnya harta tersebut dengan berbagai cara, tidak membawa manfaat untuk dirinya maupun keluarga, minimal Allah angkat keberkahan dari harta tersebut sehingga berapapun benyaknya harta yang mereka tumpuk tumpuk tetap saja tidak ada cukupnya, selalu kurang dan merasa kekurangan yang pada akhirnya mereka diperbudak oleh harta sehingga mereka lupa tidak bisa membedakan lagi antara harta yang haram dan yang halal.

Akhirnya, marilah kita jalankan amanah berupa harta yg Allah telah berikan kepada kita dengan sungguh sungguh dan dengan sebaik baiknya agar Harta yg kita peroleh tersebut dapat bermanfaat untuk kehidupan kita di Dunia maupun Akhirat, dan harta tersebut baik untuk kita dan keluarga kita serta bermanfaat untuk agama.

www.mhsim17.blogspot.com

Artikel Yang Berhubungan



No comments:

Silahkan Tulis komentar di sini :

Terimakasih jika anda berkenan memberikan saran...